
Sumber Gambar:Artificial Intelligence

Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat malam GanSist semuanya! 
Setelah membahas MAUDY pada Superwoman Series #165, sekarang kita masuk ke pembahasan berikutnya mengenai konsep “cantik dari dalam”.
Namun, sebelum melangkah lebih jauh, ada satu hal yang perlu diluruskan. Cantik dari dalam bukan berarti seseorang yang baik hati secara ajaib akan mempunyai wajah lebih cantik. Tidak ada mekanisme ilmiah yang membuat kebaikan hati mengubah fisik menjadi lebih menarik. Dalam psikologi, pembahasan yang lebih masuk akal adalah mengenai self-esteem, body image, self-compassion, kesehatan, kompetensi, hubungan sosial, dan kesejahteraan psikologis.
Oleh karena itu, Superwoman Seriesyang ke-166 ini menggunakan istilah “cantik dari dalam” sebagai konsep populer untuk menggambarkan kualitas internal yang membantu perempuan menjalani kehidupan secara sehat, kompeten, bermakna, dan konstruktif.
Dan kali ini kita mempunyai 6 prinsip, yaitu SOPHIA, yang terinspirasi dari aktris Sophia Latjuba.
Quote:
S: Selalu percaya bahwa semua orang bisa bertumbuh
Prinsip pertama berkaitan dengan cara Sista memandang kemampuan manusia. Dalam psikologi, konsep growth mindsetmerujuk pada keyakinan bahwa kemampuan tertentu dapat berkembang melalui pembelajaran dan usaha. Konsep ini berbeda dengan keyakinan bahwa seseorang dapat mencapai apa pun hanya dengan berpikir positif.
Perbedaannya sangat penting. Kalimat “Dia tidak bisa matematika” merupakan kesimpulan yang sangat final. Sementara itu, kalimat “Dia belum mampu matematika, tetapi dia dapat mempelajari matematika” memberikan ruang bagi pembelajaran.
Namun, penelitian ilmiah juga memberikan catatan. Meta-analisis mengenai growth mindset menunjukkan bahwa hubungan antara growth mindset dan prestasi akademik tidak sesederhana slogan motivasi. Efek intervensinya secara keseluruhan cenderung kecil dan sangat bergantung pada konteks. Oleh karena itu, growth mindset sebaiknya dipahami sebagai salah satu faktor dalam proses belajar, bukan jaminan kesuksesan (Sisk et al., 2018; Macnamara & Burgoyne, 2023).
Dengan demikian, Sista tidak perlu berkata bahwa “Semua orang pasti sukses kalau mau berusaha”. Itu terlalu sederhana. Lebih ilmiah jika dikatakan “Kemampuan manusia dapat berkembang, tetapi perkembangan membutuhkan latihan, strategi, kesempatan, lingkungan yang mendukung, dan sumber daya”.
Sista juga perlu menerapkan prinsip ini kepada orang lain. Jangan terlalu cepat memberi label, misalnya “Dia lamban”, “Dia tertinggal jauh”, atau “Dia tidak akan berhasil”. Seseorang mungkin belum mempunyai kemampuan tertentu sekarang, tetapi kondisi saat ini tidak selalu menggambarkan kapasitasnya sepanjang hidup.
Kecantikan dari dalam dimulai dari kemampuan melihat manusia sebagai sesuatu yang dapat berkembang.
Quote:
O: Olahraga rutin 150 menit per minggu
Bagian kedua mungkin terlihat seperti tidak berhubungan dengan “kecantikan dari dalam”. Justru, di sinilah konsep Superwoman menjadi berbeda. Kecantikan dari dalam bukan hanya persoalan pikiran. Tubuh juga perlu dirawat.
WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150–300 menit aktivitas fisik aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas intensitas tinggi, ditambah latihan penguatan otot setidaknya dua hari per minggu.
Oleh karena itu, angka 150 menit per minggu dapat digunakan sebagai target minimum yang realistis untuk aktivitas aerobik intensitas sedang. Misalnya, 30 menit dalam 5 hari berarti 150 menit. Bentuknya dapat berupa jalan cepat, senam irama, bermain basket, berenang, atau aktivitas aerobik lain sesuai kondisi tubuh.
Aktivitas fisik tidak hanya berkaitan dengan penampilan. WHO menyatakan bahwa aktivitas fisik memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk terhadap kesehatan jantung, metabolisme, kesehatan otak, kualitas tidur, dan kesehatan mental. Aktivitas fisik juga berkaitan dengan penurunan risiko berbagai penyakit tidak menular. (World Health Organization, 2020).
Oleh karena itu, Sista sebaiknya tidak berolahraga hanya dengan tujuan “Sista harus kurus supaya cantik”. Tujuan yang lebih sehat adalah “Sista ingin mempunyai tubuh yang mampu menjalankan kehidupan Sista dengan baik”. Tubuh bukan sekadar objek untuk dilihat di cermin. Tubuh adalah sistem biologis yang digunakan untuk bergerak, bekerja, belajar, bermain, bepergian, membantu orang lain, dan menjalani kehidupan.
Inilah yang dalam literatur psikologi sering dibahas melalui konsep body functionality, yaitu perhatian terhadap apa yang dapat dilakukan tubuh, bukan hanya bagaimana tubuh terlihat. Sista boleh ingin terlihat menarik. Namun, jangan sampai seluruh hubungan dengan tubuh hanya berdasarkan penampilan.
Quote:
P: Perbanyak berdoa dan bersyukur
Superwoman Series juga mempunyai dimensi keagamaan. Oleh karena itu, SOPHIA tidak hanya berbicara mengenai tubuh dan psikologi, tetapi juga mengenai makna dan spiritualitas.
Doa dapat menjadi sarana refleksi, pencarian makna, penghayatan nilai, dan hubungan seseorang dengan keyakinan spiritualnya. Sementara itu, rasa syukur merupakan kecenderungan untuk mengenali dan menghargai hal-hal yang dianggap bernilai dalam kehidupan.
Penelitian mengenai rasa syukur menunjukkan adanya hubungan antara praktik rasa syukur dan beberapa aspek kesehatan mental. Meta-analisis intervensi rasa syukur menemukan manfaat terhadap beberapa indikator kesehatan mental dan kesejahteraan, meskipun besarnya efek bervariasi dan kualitas penelitian tidak selalu seragam. (Cregg & Cheavens, 2021).
Artinya, bersyukur bukan berarti memaksa diri berkata “Sista harus bersyukur, jadi Sista tidak boleh sedih”. Itu justru dapat menjadi bentuk penyangkalan emosi. Sista dapat mengalami dua hal sekaligus, “Sista sedang mengalami masalah” dan “Sista masih mempunyai sesuatu yang patut disyukuri”. Keduanya tidak bertentangan.
Begitu pula dengan doa. Doa dapat menjadi bagian dari kehidupan spiritual seseorang, tetapi tidak seharusnya diposisikan sebagai pengganti pengobatan medis atau psikologis ketika bantuan profesional memang dibutuhkan.
Iman yang sehat tidak mengharuskan seseorang menyangkal kenyataan. Justru, iman dapat menjadi salah satu cara manusia memberikan makna terhadap kenyataan tersebut.
Quote:
H: Hindari perilaku bullying dan body shaming
Sekarang kita masuk ke bagian sosial. Sista yang ingin membangun “kecantikan dari dalam” tidak cukup hanya mengurus diri sendiri. Cara memperlakukan manusia lain juga penting.
Bullying merupakan perilaku kekerasan yang melibatkan ketidakseimbangan kekuatan dan terjadi secara berulang atau berpotensi berulang. Body shamingmerupakan bentuk penghinaan atau penilaian negatif terhadap fisik seseorang. Keduanya dapat berdampak serius. Komentar seperti “Kamu terlalu gemuk”, “Kamu jelek”, “Kulitmu penuh jerawat” mungkin dianggap candaan oleh pelaku. Namun, dampak psikologis tidak ditentukan oleh niat pelaku saja.
Pengalaman bullying dan tekanan mengenai penampilan dapat berkaitan dengan berbagai masalah psikologis, termasuk body dissatisfaction, kecemasan, depresi, dan perilaku makan bermasalah.
Oleh karena itu, jangan menggunakan penampilan sebagai senjata sosial. Sista tidak menjadi lebih cantik hanya karena membuat perempuan lain merasa jelek. Menjatuhkan perempuan lain tidak meningkatkan kualitas diri sendiri. Sebaliknya, lingkungan sosial yang baik dibangun melalui empati, penghormatan, dan kemampuan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan atau penghinaan.
Quote:
I: Istirahat yang cukup
Manusia sering memuji kesibukan. Tidur sedikit dianggap produktif. Bekerja sampai larut malam dianggap hebat. Tidak pernah berhenti dianggap ambisius.
Padahal, tubuh manusia bukanlah mesin super tangguh. American Academy of Sleep Medicinedan Sleep Research Society merekomendasikan orang dewasa tidur setidaknya 7 jam per malam secara teratur untuk mendukung kesehatan dan kewaspadaan.
Tidur berkaitan dengan berbagai fungsi penting, termasuk perhatian, pembelajaran, regulasi emosi, metabolisme, dan kesehatan fisik. Kurang tidur tidak sekadar membuat seseorang mengantuk. Kurang tidur juga dapat mengganggu fungsi kognitif dan regulasi emosi.
Oleh karena itu, tidur bukan kemalasan. Tidur adalah bagian dari pemeliharaan biologis. Sista tidak harus bangga karena hanya tidur 4 jam setiap malam. Jika kehidupan memungkinkan, jadikan tidur yang cukup sebagai bagian dari gaya hidup. Kecantikan dari dalam juga membutuhkan otak yang tidak dipaksa bekerja keras.
Quote:
A: Ajak orang lain untuk bertumbuh bersama
Huruf terakhir adalah A, dan ini merupakan bagian yang paling menarik. Sista tidak harus menjadi satu-satunya orang yang berkembang. Ajak orang lain berkembang bersama.
Jika Sista mempunyai skill khusus, ajarkan. Jika Sista memahami pelajaran tertentu, bantu orang lain memahaminya. Jika ada anak yang belum mampu bahasa Inggris, bantu ajari. Jika ada teman yang ingin berolahraga, ajak berolahraga bersama. Jika ada lansia yang ingin belajar keterampilan baru, dukung prosesnya.
Inilah perbedaan antara kompetensi pribadi dan kontribusi sosial. Pengetahuan yang hanya disimpan untuk diri sendiri memang dapat meningkatkan kemampuan diri. Namun, pengetahuan yang dibagikan dapat menghasilkan manfaat sosial yang lebih luas.
Dalam psikologi positif, perilaku membantu dan hubungan sosial merupakan bagian penting dalam kesejahteraan manusia. Oleh karena itu, Sista tidak perlu selalu bertanya “Apa yang bisa Sista dapatkan?”. Sesekali, tanyakan “Apa yang bisa Sista bantu tumbuhkan?”. Itulah bentuk kecantikan yang tidak membutuhkan fisik sempurna.
Quote:
SOPHIA dan 4 Dimensi Superwoman
Jika disatukan dengan filosofi Superwoman Series, SOPHIA sebenarnya mencakup 4 dimensi utama.
Fisik: Olahraga dan tidur membantu menjaga kesehatan tubuh.
Mental: Growth mindset, regulasi emosi, dan kemampuan berkembang membantu kesehatan psikologis.
Sosial: Menghindari bullying dan membantu orang lain membangun hubungan yang lebih sehat.
Spiritual: Doa dan rasa syukur memberikan ruang bagi refleksi dan pencarian makna.
Dengan demikian, cantik dari dalam bukan berarti mengabaikan penampilan luar. Sista tetap boleh merawat kulit. Sista boleh menggunakan kosmetik. Sista boleh berpakaian bagus. Sista boleh ingin terlihat menarik. Tidak ada yang salah dengan itu. Yang perlu dihindari adalah menjadikan penampilan sebagai satu-satunya sumber harga diri.
Jika kecantikan hanya berarti wajah, usia akan menjadi musuh. Jika kecantikan hanya berarti tubuh, perubahan biologis akan menjadi ancaman. Jika kecantikan hanya berarti validasi orang lain, komentar orang lain akan mengendalikan harga diri. Namun, jika kualitas diri dibangun dari berbagai dimensi, perubahan penampilan tidak otomatis menghancurkan identitas.
Quote:
PENUTUP
Sist, sekarang kita kembali kepada pertanyaan utama, apakah “cantik dari dalam” itu nyata? Jawabannya, “cantik dari dalam” bukan konstruk psikologis tunggal.
Namun, berbagai komponennya mempunyai dasar ilmiah. Self-compassionberhubungan dengan body image yang lebih sehat. Aktivitas fisik bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Tidur yang cukup penting bagi fungsi tubuh dan otak. Hubungan sosial yang sehat berhubungan dengan kesejahteraan. Perilaku empatik dapat memberikan manfaat bagi hubungan sosial. Rasa syukur dan spiritualitas dapat menjadi bagian dari kesejahteraan psikologis, meskipun bukti dan mekanismenya tidak boleh dibesar-besarkan.
Maka, “cantik dari dalam” sebaiknya tidak dipahami sebagai “Kalau hati baik, wajah otomatis cantik”, melainkan “Kualitas internal Sista dapat membentuk cara Sista memperlakukan dirinya sendiri, memperlakukan orang lain, menjaga kesehatannya, mengembangkan kompetensinya, dan menjalani kehidupan.”
Itulah yang ingin dibangun oleh Superwoman Series. Sista tidak harus memilih antara menjadi cantik atau menjadi cerdas. Tidak harus memilih antara merawat tubuh atau mengembangkan pikiran. Tidak harus memilih antara mengejar prestasi atau menjaga kesehatan mental. Tidak harus memilih antara memperbaiki diri atau membantu orang lain. Manusia mempunyai banyak dimensi. Dan perempuan yang kuat juga mempunyai banyak dimensi. Jadi, ingatlah SOPHIA.
Sebab, pada akhirnya, kecantikan dari dalam bukan kompetisi untuk menjadi perempuan paling sempurna. Kecantikan dari dalam adalah proses menjadi manusia yang semakin sehat, kompeten, berempati, bertanggung jawab, bermakna, dan mampu memberikan kontribusi.
Quote:
SUMBER
Cregg, D. R., & Cheavens, J. S. (2021). Gratitude interventions: Effective self-help? A meta-analysis of the impact on symptoms of depression and anxiety. Journal of Happiness Studies, 22, 413–445.
Macnamara, B. N., & Burgoyne, A. P. (2023). Do growth mindset interventions impact students’ academic achievement? A systematic review and meta-analysis with recommendations for best practices. Psychological Bulletin, 149(3–4), 133–173.
Sisk, V. F., Burgoyne, A. P., Sun, J., Butler, J. L., & Macnamara, B. N. (2018). To what extent and under which circumstances are growth mind-sets important to academic achievement? Two meta-analyses. Psychological Science, 29(4), 549–571.
Tylka, T. L., & Wood-Barcalow, N. L. (2015). What is and what is not positive body image? Conceptual foundations and construct definition. Body Image, 14, 118–129.
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.
Watson, N. F., Badr, M. S., Belenky, G., Bliwise, D. L., Buxton, O. M., Buysse, D., Dinges, D. F., Gangwisch, J., Grandner, M. A., Kushida, C., Malhotra, R. K., Martin, J. L., Patel, S. R., Quan, S. F., & Tasali, E. (2015). Recommended amount of sleep for a healthy adult: A joint consensus recommendation of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society. Sleep, 38(6), 843–844.
Neff, K. D. (2003). Self-compassion: An alternative conceptualization of a healthy attitude toward oneself. Self and Identity, 2(2), 85–101.
Fredrickson, B. L., & Roberts, T.-A. (1997). Objectification theory: Toward understanding women’s lived experiences and mental health risks. Psychology of Women Quarterly, 21(2), 173–206.










