Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat pagi GanSist semuanya!
Quote:
PENGUMUMAN
Open pre order e-book Level Up dalam 90 Hari: Nyata Atau Halu?by Supergirl Series (adik dari seri thread Superwoman Series), harganya 250 ribu rupiah per e-book. Pre order dibuka 13-19 Agustus 2026. E-book ini cocok untuk anak cewek SMP dan SMA. Minat? Hubungi nomor WA 085800068717 (Miss Rora), pembayaran via transfer ovo atau gopay ke nomor tersebut. Cocok untuk ortu dari anak cewek atau guru SMP/SMA. Bayarnya via tf ke ovo atau shopeepay atau gopay ke nomor 085800068717. Kalau gue nipu biar Tuhan Yesus saja yang marahin gue (dijamin gak nipu).
https://kask.us/iS9rB
Kembali lagi di Supergirl Seriesyang ke-28, yaitu seri yang membahas bagaimana remaja perempuan usia 12–18 tahun dapat menjadi pribadi yang kuat dari berbagai segi, yaitu fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Pada seri-seri sebelumnya, kita sudah membahas pentingnya kecerdasan, kesehatan, pengendalian diri, nutrisi, hingga bagaimana menghadapi berbagai tekanan kehidupan remaja. Sekarang kita masuk ke bagian yang tidak kalah penting, yaitu kekuatan fisik.
Menjadi remaja yang kuat bukan berarti harus mempunyai tubuh seperti atlet profesional. Sista juga tidak perlu mengejar bentuk tubuh tertentu hanya demi mendapatkan pujian orang lain. Tujuan olahraga pada masa remaja jauh lebih besar daripada sekadar kecantikan.
Aktivitas fisik membantu membangun kebugaran jantung dan paru, kekuatan otot, kesehatan tulang, kesehatan metabolik, kemampuan kognitif, serta kesehatan mental. WHO merekomendasikan anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat per hari, dengan aktivitas yang memperkuat otot dan tulang dilakukan setidaknya 3 hari dalam seminggu.
Nah, ada 3 latihan sederhana yang sangat menarik untuk dikenalkan kepada remaja, yaitu push-up, pull-up, dan squat. Ketiganya tidak membutuhkan mesin olahraga yang mahal. Namun, tetap harus dilakukan dengan teknik yang benar dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Quote:
1. PUSH-UP: Melatih Kekuatan Tubuh Bagian Atas
Push-up mungkin merupakan salah satu latihan paling sederhana yang pernah Sista lihat. Posisinya juga terlihat mudah, kedua tangan menopang tubuh, kemudian tubuh diturunkan dan didorong kembali ke atas.
Namun, sebenarnya push-up merupakan latihan yang melibatkan banyak kelompok otot. Ketika dilakukan dengan teknik yang baik, push-up melibatkan terutama otot dada, bahu, dan trisep, sekaligus membutuhkan stabilisasi dari otot-otot tubuh bagian tengah.
Inilah menariknya latihan menggunakan berat badan sendiri. Sista tidak perlu mengangkat barbel yang sangat berat untuk mulai melatih kekuatan. Tubuh sendiri sudah dapat menjadi “beban” latihan.
Bagaimana melakukan push-up dengan aman? Mulailah dari posisi tengkurap dengan tangan ditempatkan sedikit lebih lebar daripada bahu. Tubuh dijaga relatif lurus dari kepala hingga kaki. Kemudian, turunkan tubuh secara terkendali, jangan menjatuhkan tubuh begitu saja. Setelah itu, dorong tubuh kembali ke posisi awal.
Yang penting bukan mengejar jumlah sebanyak-banyaknya. Teknik lebih penting daripada angka. Jika push-up standar terlalu berat, Sista dapat memulai dari variasi yang lebih mudah, misalnya wall push-upatau push-up dengan tumpuan yang lebih tinggi. Setelah kekuatan meningkat, tingkat kesulitannya dapat dinaikkan secara bertahap.
Hal tersebut sesuai dengan prinsip WHO bahwa remaja yang belum memenuhi target aktivitas fisik sebaiknya memulai dari jumlah yang mampu dilakukan kemudian meningkatkan frekuensi, intensitas, dan durasi secara bertahap. Jadi, jangan malu kalau baru sanggup beberapa kali. Lima push-up dengan teknik baik jauh lebih berguna daripada 20 push-up dengan teknik berantakan.
Quote:
2. PULL-UP: Tantangan Kekuatan yang Lebih Besar
Kalau push-up melatih kemampuan mendorong tubuh, pull-up memberikan tantangan yang berbeda karena Sista harus menarik tubuh ke atas. Pull-up terutama menuntut kekuatan otot punggung dan lengan, sekaligus melibatkan kemampuan tubuh untuk mempertahankan posisi yang stabil.
Namun, pull-up biasanya jauh lebih sulit daripada push-up. Mengapa? Sebab, Sista harus mengangkat sebagian besar berat tubuh sendiri. Jadi, jangan berkecil hati apabila belum bisa melakukan satu pull-up penuh.
Tidak bisa pull-up sekarang bukan berarti tidak akan pernah bisa. Sista dapat berlatih secara bertahap. Misalnya dengan latihan menggantung pada palang yang aman, scapular pull-up, assisted pull-up, menggunakan resistance bandyang sesuai, atau melakukan latihan dengan bantuan pelatih.
Yang sangat penting adalah keamanan alat. Jangan melakukan pull-up pada palang pintu atau struktur yang tidak dirancang untuk menahan berat tubuh jika keamanannya tidak jelas. Jika Sista berlatih di pusat kebugaran, mintalah instruktur menjelaskan penggunaan alat dengan benar.
Latihan kekuatan pada anak dan remaja sendiri bukan sesuatu yang secara otomatis berbahaya. Konsensus internasional mengenai youth resistance training menyatakan bahwa latihan kekuatan yang dirancang dan diawasi dengan tepat dapat menjadi bagian dari program aktivitas fisik anak dan remaja.
Jadi, yang harus dihindari bukan latihan kekuatannya. Yang harus dihindari adalah teknik buruk, beban berlebihan, alat yang tidak aman, dan latihan tanpa mempertimbangkan kemampuan masing-masing orang.
Quote:
3. SQUAT: Dasar Kekuatan Tubuh Bagian Bawah
Sekarang kita turun ke bagian tubuh yang sering dilupakan ketika seseorang ingin menjadi kuat, yaitu kaki. Untuk apa memiliki lengan kuat kalau kaki tidak pernah dilatih?
Squat merupakan latihan sederhana untuk melatih kekuatan tubuh bagian bawah. Gerakan ini melibatkan terutama paha depan, paha belakang, bokong, dan berbagai otot penstabil tubuh.
Gerakannya pada dasarnya menyerupai aktivitas sehari-hari ketika seseorang hendak duduk dan kemudian berdiri kembali. Oleh karena itu, squat bukan hanya latihan untuk “membentuk kaki”. Latihan ini juga mengembangkan kemampuan melakukan pola gerakan yang penting dalam kehidupan sehari-hari.
Bagaimana squat dilakukan? Berdirilah dengan kaki kira-kira selebar bahu atau dalam posisi yang nyaman bagi tubuh. Kemudian, tekuk lutut dan dorong pinggul ke belakang secara terkendali, seperti hendak duduk. Pertahankan posisi tubuh yang stabil. Kemudian, dorong tubuh kembali ke posisi berdiri.
Sista tidak harus langsung melakukan squat dengan beban tambahan. Bodyweight squatsudah cukup untuk menjadi titik awal. Setelah teknik sudah dikuasai, tingkat kesulitan dapat ditingkatkan secara bertahap.
Sekali lagi, jangan mengejar angka. Jika lutut terasa sakit, gerakan menjadi tidak terkendali, atau Sista tidak yakin dengan tekniknya, berhentilah dan mintalah bantuan pelatih atau tenaga profesional yang kompeten.
Quote:
Mengapa Tiga Latihan Ini Menarik untuk Remaja?
Ketiga latihan tersebut memberikan kombinasi gerakan yang sederhana.
Push-up: mendorong
Pull-up: menarik
Squat: menurunkan dan menaikkan tubuh menggunakan tungkai
Dengan demikian, ketiganya dapat menjadi bagian dari latihan kekuatan tubuh yang relatif sederhana.
Namun, jangan menganggap tiga latihan ini sebagai satu-satunya olahraga yang diperlukan. Tidak demikian. WHO tetap merekomendasikan aktivitas fisik harian yang sebagian besar bersifat aerobik, sementara aktivitas yang memperkuat otot dan tulang dimasukkan setidaknya 3 hari per minggu.
Sista tetap dapat melakukan jalan cepat, bermain basket, bersepeda, berenang, bermain olahraga, hip-hop, senam irama, atau berbagai aktivitas fisik lain yang disukai. Justru, variasi aktivitas dapat membuat olahraga lebih menyenangkan dan membantu membangun kebiasaan aktif.
Quote:
Contoh Latihan Sederhana untuk Pemula
Tidak perlu langsung membuat program latihan yang rumit. Sebagai contoh, setelah pemanasan yang sesuai, Sista dapat mencoba:
Push-up: 5–10 repetisi atau sesuai kemampuan
Squat: 8–15 repetisi
Latihan menuju pull-up: beberapa repetisi latihan bantuan atau latihan menggantung sesuai kemampuan
Lakukan dengan 1–2 set terlebih dahulu jika masih pemula. Setelah tubuh beradaptasi, latihan dapat ditingkatkan secara bertahap.
Angka tersebut hanyalah contoh, bukan resep medis atau standar wajib untuk semua remaja. Kemampuan setiap orang berbeda.
Remaja yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, pernah mengalami cedera, atau memiliki keluhan ketika berolahraga sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai atau meningkatkan latihan.
Quote:
Jangan Jadikan Olahraga sebagai Ajang Membenci Tubuh Sendiri
Ini bagian yang sangat penting untuk Supergirl Series. Sista tidak perlu berolahraga karena merasa tubuh Sista “kurang bagus”. Jangan menjadikan olahraga sebagai hukuman karena makan. Jangan pula berpikir “Gue harus olahraga supaya orang lain menganggap gue cantik”. Tujuan yang jauh lebih sehat adalah “Gue berolahraga karena tubuh gue perlu bergerak dan gue ingin menjaganya”.
Kekuatan fisik seharusnya menjadi sarana untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Dengan tubuh yang lebih bugar, Sista dapat lebih leluasa melakukan aktivitas sekolah, bermain, bepergian, membantu keluarga, berbuat baik, dan mengembangkan berbagai keterampilan.
WHO juga menyatakan bahwa aktivitas fisik pada anak dan remaja berkaitan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk kebugaran fisik, kesehatan tulang, hasil kognitif seperti fungsi eksekutif dan performa akademik, serta kesehatan mental.
Jadi, olahraga bukan sekadar masalah penampilan. Olahraga adalah investasi kesehatan.
Quote:
Kuat Bukan Berarti Harus Mengalahkan Orang Lain
Ada satu kesalahan lain yang perlu dihindari. Sista mungkin melihat teman mampu melakukan 20 kali push-up. Sista baru mampu melakukan 5 kali, kemudian Sista merasa kalah.
Padahal, olahraga bukan pertandingan melawan semua orang. Target yang lebih sehat adalah hari ini sedikit lebih baik daripada kemampuan sebelumnya. Jika minggu ini baru mampu melakukan 5 kali push-up dengan teknik baik, pertahankan dan tingkatkan secara bertahap.
Jika sekarang belum mampu melakukan pull-up, latih kekuatan secara bertahap. Jika squat masih terasa sulit, pelajari tekniknya.
Kekuatan tidak dibangun dalam satu hari. Kekuatan dibangun melalui konsistensi.
Quote:
Hubungannya dengan Supergirl Series
Supergirl Series bukan sekadar seri tentang menjadi “gadis yang kuat”. Kita menggunakan istilah kuat dalam arti yang lebih luas.
Kuat secara fisik berarti mampu merawat tubuh dan membangun kebugaran.
Kuat secara mental berarti mampu menghadapi kesulitan tanpa mudah menyerah.
Kuat secara sosial berarti mampu menghormati orang lain dan membangun hubungan yang sehat.
Kuat secara spiritual berarti mempunyai nilai hidup dan prinsip yang menjadi pedoman.
Oleh karena itu, 3 latihan ini hanyalah salah satu bagian kecil. Push-up tidak otomatis membuat seseorang menjadi Supergirl. Pull-up juga tidak. Squat juga tidak. Namun, kebiasaan merawat kesehatan, disiplin berlatih, menghargai tubuh, dan tidak mudah menyerah adalah nilai-nilai yang dapat membantu Sista tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.
Quote:
PENUTUP
Sista tidak perlu menunggu usia 20, 25, atau 30 tahun untuk mulai menjaga kebugaran. Masa remaja justru merupakan periode penting untuk membangun kebiasaan hidup aktif. WHO merekomendasikan rata-rata 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari untuk anak dan remaja, dengan aktivitas penguatan otot dan tulang setidaknya tiga hari dalam seminggu.
Jadi, mulai dari kemampuan sendiri. Tidak perlu membeli peralatan mahal. Tidak perlu membandingkan tubuh dengan orang lain. Tidak perlu mengejar bentuk tubuh tertentu. Cukup mulai bergerak.
Push-up untuk kemampuan mendorong. Pull-up untuk kemampuan menarik. Squat untuk kekuatan tungkai. Dan tentu saja, lengkapi dengan aktivitas aerobik serta berbagai kegiatan fisik lain.
Sebab, pada akhirnya, tujuan Supergirl bukan menjadi perempuan yang terlihat kuat dari luar saja. Tujuannya adalah menjadi remaja yang benar-benar mampu menjaga dirinya (fisiknya, pikirannya, hubungannya dengan orang lain, dan nilai hidupnya).
Itulah semangat Supergirl Series #28. Tidak harus sempurna untuk mulai menjadi kuat. Yang penting, mulai bergerak, belajar, dan bertumbuh secara bertahap.
Quote:
SUMBER
Bull, F. C. et al. (2020). World Health Organization 2020 guidelines on physical activity and sedentary behaviour. British Journal of Sports Medicine, 54(24), 1451–1462.
Lloyd, R. S., Faigenbaum, A. D., Stone, M. H., Oliver, J. L., Jeffreys, I., Moody, J. A., Brewer, C., Pierce, K. C., McCambridge, T. M., Howard, R., Herrington, L., Hainline, B., Kraemer, W. J., McBride, M. G., Best, T. M., Chu, D. A., Alvar, B. A., & Myer, G. D. (2014). Position statement on youth resistance training: The 2014 International Consensus. British Journal of Sports Medicine, 48(7), 498–505.
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour: Web annex—Evidence profiles. World Health Organization.
