Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat sore GanSist semuanya!
Quote:
PENGUMUMAN
Open pre order e-book Level Up dalam 90 Hari: Nyata Atau Halu?by Supergirl Series (adik dari seri thread Superwoman Series), harganya 250 ribu rupiah per e-book. Pre order dibuka 13-19 Agustus 2026. E-book ini cocok untuk anak cewek SMP dan SMA. Minat? Hubungi nomor WA 085800068717 (Miss Rora), pembayaran via transfer ovo atau gopay ke nomor tersebut. Cocok untuk ortu dari anak cewek atau guru SMP/SMA. Bayarnya via tf ke ovo atau shopeepay atau gopay ke nomor 085800068717. Kalau gue nipu biar Tuhan Yesus saja yang marahin gue (dijamin gak nipu).
https://kask.us/iS9rB
Kita kembali ke Supergirl Seriesyang ke-30, seri yang membahas bagaimana remaja perempuan usia 12–18 tahun dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat dari berbagai sisi, yaitu fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Pada seri sebelumnya, kita sudah membahas mengapa remaja masa kini perlu cerdas. Sekarang kita membahas persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan remaja, yaitu ejekan, penghinaan, perundungan, dan usaha merendahkan orang lain.
Perlu dibedakan antara candaan biasa dengan bullying. Tidak setiap perkataan yang membuat seseorang tersinggung otomatis merupakan bullying. Namun, ketika seseorang atau kelompok secara berulang melakukan tindakan agresif terhadap orang lain yang berada dalam posisi lebih lemah atau sulit membela diri, situasinya dapat masuk ke dalam perundungan. Dampaknya juga bukan sekadar “sakit hati”. Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman bullying berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan mental dan kesejahteraan pada anak serta remaja.
Oleh karena itu, kalau Sista mengalami perundungan, melapor kepada orang dewasa yang dipercaya, guru, orang tua, konselor, atau pihak yang berwenang tetap merupakan langkah penting. Jangan menganggap melapor sebagai tanda kelemahan.
Namun, ada sesuatu yang juga dapat Sista bangun dari dalam diri, yaitu kemampuan menghadapi ejekan tanpa membalasnya dengan kekerasan. Bukan berarti Sista harus diam terhadap ketidakadilan. Bukan berarti Sista harus menerima penghinaan begitu saja.
Justru sebaliknya. Sista dapat melawan dengan ketenangan, kemampuan, fakta, batasan yang sehat, dan prestasi.
Quote:
1. “Loe Lemah!” — Jawab dengan Ketenangan dan Latihan Fisik
Ada orang yang suka mengejek orang lain karena dianggap lemah. Kalau Sista mengalami hal seperti ini, jangan memberikan kepuasan kepada pelaku dengan langsung meledak dalam kemarahan. Tarik napas. Tenangkan diri.
Jika situasinya aman, Sista dapat mengatakan secara tegas, “Gue tidak nyaman dengan perkataan itu, tolong berhenti”.
Setelah itu, fokuskan energi kepada sesuatu yang dapat membangun diri. Misalnya olahraga. Push-up, squat, lari sprint, berenang, bersepeda, atau aktivitas olahraga lainnya dapat menjadi sarana membangun kebugaran.
WHO merekomendasikan anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari, dengan aktivitas yang memperkuat otot dan tulang setidaknya tiga hari per minggu.
Namun, ada satu hal yang perlu diperjelas, bahwa olahraga bukan untuk membalas pelaku. Jangan berpikir “Gue harus menjadi kuat supaya bisa menghajar mereka”. Bukan itu. Tujuannya adalah, “Gue ingin tubuh gue sehat dan kuat sehingga saya semakin percaya diri dalam menjalani kehidupan.”
Kekuatan fisik seharusnya menjadi perlindungan dan investasi kesehatan, bukan senjata untuk melakukan kekerasan.
Quote:
2. “Loe Merepotkan!” — Buktikan Bahwa Kehadiran Sista Bisa Bermanfaat
Ada kalanya seseorang dituduh sebagai beban atau merepotkan, padahal tuduhan tersebut tidak memiliki dasar. Sista tidak perlu membalas “Loe juga merepotkan!”. Perdebatan seperti itu biasanya hanya memperpanjang masalah.
Sebaliknya, Sista dapat mengembangkan kemampuan yang bermanfaat bagi orang lain. Misalnya, belajar keterampilan tertentu, kemudian mengajarkannya kepada anak-anak yang membutuhkan pendampingan atau kepada komunitas penyandang disabilitas melalui kegiatan yang aman, resmi, dan didampingi orang dewasa.
Namun, jangan melakukannya dengan tujuan mempermalukan teman. Tujuannya bukan “Lihat, gue lebih baik daripada loe!”, melainkan “Gue ingin kemampuan yang gue miliki bermanfaat”.
UNICEF menekankan pentingnya pemberdayaan remaja melalui keterampilan, partisipasi, dan kesempatan untuk berkontribusi. Keterampilan sosial dan keterlibatan positif dapat membantu remaja membangun kapasitas serta hubungan yang sehat.
Jadi, kalau ada orang mengatakan bahwa Sista tidak berguna, jangan menjadikan perkataan itu sebagai identitas. Nilai diri Sista tidak ditentukan oleh ejekan orang lain.
Quote:
3. “Loe Nggak Keren!” — Ingat, Minat Setiap Orang Berbeda
Ini sangat sering terjadi pada masa remaja. Seseorang dianggap tidak keren karena tidak mengikuti olahraga tertentu, tidak menyukai tarian tertentu, tidak mengikuti tren tertentu, atau lebih senang membaca buku dan mempelajari ilmu pengetahuan.
Padahal, apa yang dianggap keren oleh satu orang belum tentu dianggap keren oleh orang lain. Sista mungkin menyukai biologi, matematika, bahasa Inggris, pemrograman, astronomi, musik klasik, tarian tradisional Jawa, atau bidang lainnya. Tidak ada kewajiban bahwa semua orang harus memiliki minat yang sama.
Jika seseorang mengatakan “Loe nggak keren”, Sista dapat menjawab dengan tenang, “Minat kita memang berbeda. Loe punya hal yang loe sukai, gue juga punya”. Selesai. Tidak perlu debat panjang. Tidak perlu membuktikan bahwa minat Sista paling hebat.
Kecerdasan bukan perlombaan popularitas, dan ini sangat berhubungan dengan Supergirl Series #29, bahwa menjadi cerdas bukan berarti harus menganggap orang lain bodoh.
Quote:
4. “Loe Nggak Cantik!” — Jangan Biarkan Standar Orang Lain Menentukan Harga Dirimu
Komentar mengenai penampilan bisa sangat menyakitkan, terutama pada masa remaja. Namun, ada jebakan yang perlu dihindari. Ketika seseorang mengejek “Loe nggak cantik”, Sista mungkin terdorong untuk berpikir “Gue harus mengubah penampilan supaya mereka mengakui gue”.
Padahal, nilai manusia tidak berhenti pada wajah. Sista dapat memperhatikan kesehatan, kebersihan, kerapian, dan penampilan yang sesuai dengan situasi. Namun, harga diri tidak boleh bergantung sepenuhnya pada penampilan fisik.
Yang jauh lebih penting adalah membangun kualitas diri yang jujur, bertanggung jawab, berempati, kompeten, dapat dipercaya, mampu menghormati orang lain, dan mau membantu sesama. Inilah yang dapat disebut sebagai “cantik dari hati”.
Bukan berarti penampilan fisik tidak boleh dirawat. Boleh. Namun, jangan sampai penampilan menjadi satu-satunya sumber validasi. Sista tetap berharga bahkan ketika ada seseorang yang tidak menyukai penampilan Sista.
Quote:
5. Kalau Difitnah, Lawan dengan Data dan Fakta
Ini salah satu prinsip paling penting. Ketika seseorang menyebarkan tuduhan yang tidak benar tentang Sista, jangan langsung membalas dengan makian, apalagi kekerasan.
Jika tuduhan tersebut dapat dibuktikan salah, kumpulkan informasi yang relevan. Misalnya, pesan, dokumen, waktu kejadian, saksi, atau bukti lain yang sah dan relevan. Kemudian, jelaskan kronologinya secara tenang kepada pihak yang tepat.
Kalau persoalannya terjadi di sekolah, Sista dapat melibatkan orang tua, guru, wali kelas, konselor, atau pihak sekolah.
Jika sudah masuk persoalan serius, mintalah bantuan orang dewasa dan pihak berwajib.
Prinsipnya, jangan membalas kebohongan dengan kebohongan. Jika orang lain mengatakan “Loe melakukan X”, Sista tidak perlu menjawab “Loe juga melakukan Y!”. Itu tidak menyelesaikan masalah.
Lebih baik, “Gue tidak melakukan itu. Berikut informasi yang dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi”. Tenang bukan berarti lemah. Tenang berarti Sista mengendalikan respons sebelum bertindak.
Quote:
6. “Loe Nggak Mengikuti Tren!” — Tidak Semua Tren Harus Diikuti
Tren berubah sangat cepat. Hari ini sesuatu dianggap populer. Beberapa bulan kemudian, sudah digantikan oleh tren baru.
Jika Sista terus mengejar pengakuan sosial melalui tren, Sista dapat kelelahan. Apalagi, jika tren tersebut bertentangan dengan nilai, kemampuan finansial, kesehatan, atau keamanan.
Tidak mengikuti tren bukan masalah. Yang penting adalah, apakah pilihan Sista positif? Jika Sista memilih pakaian yang sopan dan sesuai situasi, tidak ada masalah. Jika Sista lebih suka membaca buku daripada mengikuti tren tertentu, tidak ada masalah. Jika Sista tidak membeli sesuatu hanya karena sedang viral, tidak ada masalah. Jika Sista mempunyai hobi yang berbeda dengan teman, juga tidak masalah.
Tentu, menjadi diri sendiri bukan alasan untuk mengabaikan aturan, menyakiti orang lain, atau berperilaku tidak bertanggung jawab. Prinsipnya sederhana, jadilah diri sendiri selama diri yang dibangun adalah pribadi yang sehat, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain.
Quote:
7. “Loe Nggak Akan Berhasil!” — Jawab dengan Prestasi, Bukan Ancaman
Ini bukan berarti Sista harus hidup untuk membuktikan bahwa orang lain salah. Justru jangan. Kalau seseorang berkata “Loe nggak akan berhasil”, Sista tidak perlu menjawab “Tunggu saja, nanti gue akan menghancurkan balik loe!”. Tidak perlu.
Jawaban yang jauh lebih kuat adalah belajar, berlatih, menyelesaikan tugas, mengembangkan keterampilan, mencapai tujuan, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan demikian, Sista tidak membangun keberhasilan berdasarkan kebencian kepada seseorang. Sista membangunnya berdasarkan tujuan hidup sendiri.
Prestasi tidak harus berupa piagam atau piala. Prestasi dapat berupa berhasil menguasai bahasa baru, mendapatkan nilai yang lebih baik, berhasil menyelesaikan proyek, meningkatkan kebugaran, mengembangkan keterampilan, membantu orang tua, atau berhasil mengatasi kebiasaan buruk.
Dan ketika akhirnya berhasil, tidak perlu mengatakan “Lihat! Gue sudah membuktikan bahwa loe salah!”. Cukup tersenyum dan melanjutkan hidup. Prestasi tidak membutuhkan penghinaan kepada orang lain agar menjadi bermakna.
Quote:
Ingat, Jangan Menghadapi Bullying Sendirian
Ada satu bagian yang tidak boleh hilang dari pembahasan ini. Melawan tanpa kekerasan bukan berarti menghadapi perundungan seorang diri.
Jika seseorang terus-menerus mengejek, mengancam, mengintimidasi, mengucilkan, menyebarkan fitnah, melakukan kekerasan fisik, atau melakukan perundungan melalui internet, Sista sebaiknya segera mencari bantuan. Bicaralah kepada orang tua, guru, wali kelas, konselor sekolah, atau orang dewasa tepercaya.
Jika ada ancaman keselamatan, jangan mencoba menyelesaikannya sendirian demi terlihat kuat.
Penelitian tentang intervensi anti-bullying menunjukkan bahwa pendekatan sekolah secara menyeluruh dapat membantu mengurangi perilaku bullying dan pengalaman menjadi korban. Jadi, meminta pertolongan adalah strategi, bukan kegagalan.
Quote:
Hubungannya dengan Supergirl Series #30
Supergirl Series membahas remaja perempuan usia 12–18 tahun yang kuat dalam 4 dimensi:
Fisik: Sista menjaga tubuh dan membangun kebugaran.
Mental: Sista belajar mengelola emosi dan berpikir sebelum bertindak.
Sosial: Sista membangun hubungan sehat serta mengetahui kapan harus mencari bantuan.
Spiritual: Sista memiliki nilai dan prinsip yang menjadi pedoman dalam menghadapi kehidupan.
Itulah sebabnya Supergirl tidak identik dengan kekerasan. Sista tidak harus membalas pukulan dengan pukulan. Tidak harus membalas hinaan dengan hinaan. Tidak harus membalas fitnah dengan fitnah. Tidak harus membalas tekanan dengan ancaman. Ada cara yang lebih kuat, yaitu tenang, tegas, cerdas, mencari bantuan, mengumpulkan fakta, mengembangkan diri, dan tetap menjaga martabat.
Quote:
PENUTUP
Sist, kalau ada orang mengejek loe, ingat satu hal, bahwa perkataan orang lain bukan definisi diri loe.
Kalau mereka mengatakan Sista lemah, bangun kebugaran. Kalau mereka mengatakan Sista tidak berguna, kembangkan keterampilan dan gunakan untuk membantu orang lain. Kalau mereka mengatakan Sista tidak keren, ingat bahwa manusia memiliki minat yang berbeda. Kalau mereka mengatakan Sista tidak cantik, bangun kualitas diri dan jangan menggantungkan harga diri pada penampilan. Kalau mereka memfitnah, gunakan fakta. Kalau mereka mengatakan Sista tidak mengikuti tren, ingat bahwa tidak semua tren perlu diikuti. Dan kalau mereka meremehkan kemampuan Sista, teruslah berkembang.
Namun, lakukan semuanya bukan untuk membalas dendam. Lakukan karena Sista memang ingin menjadi pribadi yang lebih baik.
Itulah inti Supergirl Series #30. Kekuatan sejati bukan kemampuan untuk menyakiti orang yang menyakiti kita. Kekuatan sejati adalah kemampuan mempertahankan martabat, mencari pertolongan, mengendalikan diri, dan tetap bertumbuh tanpa berubah menjadi pelaku kekerasan.
Quote:
SUMBER
Akun Y*ut*be Pria Seratus Persen (tetapi diadaptasi dengan gaya wanita).
Gaffney, H., Ttofi, M. M., & Farrington, D. P. (2019). Evaluating the effectiveness of school-bullying prevention programs: An updated meta-analytical review. Aggression and Violent Behavior, 45, 111–133.
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.
World Health Organization. (2024). Promoting adolescent well-being. World Health Organization.
UNICEF. (n.d.). Skills4Girls: Girl-centered solutions for unlocking the potential of adolescent girls. UNICEF.
UNESCO. (2019). Behind the numbers: Ending school violence and bullying. UNESCO.
