Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat sore GanSist semuanya!
Kembali lagi di Supergirl Seriesyang ke-25, seri yang membahas bagaimana remaja perempuan usia 12–18 tahun dapat bertumbuh menjadi pribadi yang kuat dari berbagai segi, yaitu fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Pada seri-seri sebelumnya, kita sudah membahas kesehatan, pengendalian diri, pengembangan kompetensi, hingga cara menghadapi frustrasi dengan kegiatan yang membangun. Nah, kali ini kita masuk ke salah satu keterampilan yang sangat berguna untuk masa depan, yaitu bahasa Inggris.Banyak remaja ingin dapat berbicara bahasa Inggris dengan lancar, menulis dengan baik, memahami video tanpa selalu menerjemahkan, membaca artikel ilmiah, bahkan suatu hari kuliah atau bekerja dalam lingkungan internasional.
Pertanyaannya, apakah mungkin menjadi jauh lebih pintar berbahasa Inggris hanya dalam 90 hari? Jawabannya, mungkin mengalami kemajuan yang sangat nyata, tetapi jangan menganggap 90 hari sebagai jaminan menjadi fasih atau menguasai seluruh bahasa Inggris.
Bahasa adalah keterampilan yang berkembang secara bertahap. Tingkat kemampuan juga berbeda-beda. Seseorang yang sudah berada di tingkat menengah tentu dapat mencapai target berbeda dibandingkan seseorang yang baru mulai dari tingkat dasar.
Oleh karena itu, judul “90 Hari Pintar Bahasa Inggris” bukan berarti Sista akan berubah menjadi penutur bahasa Inggris sempurna dalam 3 bulan. Maksudnya adalah 90 hari digunakan sebagai periode latihan intensif untuk membangun kebiasaan, memperluas kosakata, memperbaiki tata bahasa, dan meningkatkan kemampuan membaca, mendengar, menulis, serta berbicara.
British Council sendiri menyediakan materi untuk remaja yang mencakup reading, writing, listening, dan speaking, sekaligus menganjurkan pelajar mengetahui level kemampuan mereka terlebih dahulu agar latihan dapat disesuaikan.
Jadi, jangan mengejar slogan. Kejar kemampuan.
Quote:
Mengapa 90 Hari?
Tiga bulan cukup panjang untuk melihat perubahan kebiasaan, tetapi juga cukup pendek sehingga target terasa konkret.
Daripada mengatakan “Gue harus bisa bahasa Inggris suatu hari nanti”, lebih baik mengatakan “Selama 90 hari ke depan, gue akan berlatih bahasa Inggris setiap hari”. Target kedua jauh lebih mudah diterjemahkan menjadi tindakan.
Misalnya, Sista belajar selama 30–60 menit setiap hari. Dalam 90 hari, itu berarti sekitar 45–90 jam latihan apabila dilakukan secara konsisten selama lima hari setiap minggu, bahkan lebih jika dilakukan setiap hari.
Namun, jangan hanya menghitung jam. Yang lebih penting adalah apa yang dilakukan selama jam tersebut. Membaca artikel tanpa pernah mencoba memahami maknanya secara aktif belum tentu optimal. Menonton video tanpa memperhatikan bahasa yang digunakan juga belum tentu menghasilkan kemampuan berbicara.
Menghafalkan daftar kosakata tanpa menggunakannya dalam kalimat juga dapat membuat kosakata tersebut sulit dipanggil kembali ketika berbicara.
Penelitian dalam psikologi pendidikan menunjukkan bahwa beberapa teknik belajar, termasuk distributed practiceatau latihan yang disebarkan dalam beberapa sesi, lebih bermanfaat daripada belajar secara padat dalam satu waktu untuk berbagai jenis materi.
Dengan kata lain, sedikit tetapi rutin lebih masuk akal daripada sangat banyak tetapi hanya sesekali.
Quote:
3 HARI: Jangan Mengejar Banyak Materi, Bangun Identitas Baru
Tiga hari pertama bukan waktunya membuktikan bahwa Sista bisa menghafalkan 500 kata. Justru, tiga hari pertama digunakan untuk menjawab pertanyaan “Gue sebenarnya berada di level mana?”.
British Council menyediakan tes dan materi berdasarkan tingkat kemampuan, sedangkan Cambridge English menyediakan aktivitas berdasarkan tingkat dan keterampilan bahasa.
Hari pertama dapat digunakan untuk melakukan evaluasi sederhana. Cobalah menulis paragraf pendek dalam bahasa Inggris, memperkenalkan diri secara lisan selama satu menit, membaca artikel pendek, mendengarkan percakapan sederhana, dan mencatat kosakata yang belum dipahami. Jangan malu jika hasilnya masih banyak kesalahan. Justru, kesalahan tersebut adalah peta perjalanan.
Hari kedua, pilih materi sesuai kemampuan. Jika masih pemula, jangan langsung membaca jurnal ilmiah yang sangat kompleks. Mulailah dari teks sederhana. Jika sudah menengah, gunakan materi yang sedikit lebih sulit.
Hari ketiga, buat rutinitas. Misalnya, 15 menit vocabulary + 15 menit listening + 15 menit reading + 15 menit speaking/writing. Tidak harus selalu tepat satu jam. Yang terpenting adalah latihan dilakukan secara konsisten.
Dan mulai sekarang, ubah identitas. Jangan berkata “Gue harus belajar bahasa Inggris”. Katakan “Gue adalah orang yang menggunakan bahasa Inggris setiap hari”. Ini bukan sekadar permainan kata. Kalimat tersebut membantu mengubah tujuan yang abstrak menjadi perilaku konkret.
Quote:
7 HARI: Bangun 4 Pilar Bahasa
Setelah 3 hari pertama, masuk ke minggu pertama. Sista harus mulai memahami bahwa bahasa Inggris tidak hanya terdiri atas grammar. Ada setidaknya 4 keterampilan utama, yaitu reading, listening, writing, dan speaking. Keempatnya perlu dilatih.
Reading: Baca sesuatu yang sedikit di atas kemampuan Sista. Tidak perlu menerjemahkan semua kata. Cobalah memahami gagasan utama terlebih dahulu. Kemudian, tandai kosakata penting. British Council LearnEnglish Teensmenyediakan bacaan, video, latihan, dan materi berdasarkan level yang memang ditujukan untuk remaja.
Listening: Dengarkan bahasa Inggris setiap hari. Tidak perlu langsung menggunakan materi yang sangat cepat. Mulailah dengan percakapan yang jelas. Dengarkan sekali untuk memahami topik. Dengarkan kembali untuk menemukan kata-kata yang digunakan. Kemudian, coba ulangi beberapa kalimat.
Writing: Tulislah sesuatu setiap hari. Misalnya, “Today I studied mathematics”. Kemudian, tingkatkan jadi “Today I studied mathematics for 2 hours. The topic was difficult, but I finally understood the basic concept”. Tidak perlu langsung menulis esai 1000 kata. Satu paragraf yang benar lebih berguna daripada 5 halaman yang tidak pernah diperiksa. Cambridge English juga menyediakan latihan menulis dan layanan Write & Improve untuk membantu pelajar mendapatkan umpan balik terhadap tulisan bahasa Inggris.
Speaking: Nah, ini bagian yang sering dihindari. Banyak pelajar memahami bahasa Inggris ketika membaca, tetapi gugup ketika harus berbicara. Solusinya sederhana, berani berbicara. Sista dapat berbicara sendirian. Ceritakan apa yang sedang dilakukan. Misalnya, “I am preparing my English notebook”. Kemudian, naikkan tingkat kesulitannya jadi “Today I am preparing my English notebook because I want to improve my vocabulary”.
Tidak perlu menunggu sempurna. Kesalahan adalah bagian dari latihan.
Quote:
21 HARI: Mulai Membentuk Kebiasaan yang Serius
Memasuki hari ke-21, jangan lagi berpikir “Apakah gue sudah pintar?”. Pertanyaan yang lebih baik, “Apakah gue sudah lebih baik dibandingkan hari pertama?”. Bandingkan hasil tulisan hari pertama dengan tulisan hari ke-21. Bandingkan rekaman speaking pertama dengan rekaman terbaru. Apakah kosakata bertambah? Apakah Sista lebih mudah memahami percakapan? Apakah Sista lebih cepat menyusun kalimat?
Kemajuan tidak selalu terasa dari hari ke hari. Kadang-kadang, seseorang merasa tidak mengalami perubahan, padahal jika dibandingkan dengan kondisi beberapa minggu sebelumnya, perbedaannya sangat jelas.
Mulai hari ke-8 sampai ke-21, latihan dapat dibuat lebih aktif.
Contohnya:
Senin: Reading + vocabulary
Selasa: Listening + pronunciation
Rabu: Writing
Kamis: Speaking
Jumat: Grammar
Sabtu: Gabungan empat keterampilan
Minggu: Review dan evaluasi
Jangan menghafalkan semua grammar sekaligus. Pelajari grammar yang memang sering digunakan. Setelah memahami suatu struktur, gunakan dalam tulisan dan percakapan.
Grammar bukan koleksi rumus untuk dipajang. Grammar adalah alat untuk menyampaikan makna.
Quote:
30 HARI: Mulai Menggunakan Bahasa Inggris sebagai Alat, Bukan Mata Pelajaran
Nah, setelah satu bulan, ada perubahan penting yang harus dilakukan. Jangan hanya “belajar bahasa Inggris”. Mulailah menggunakan bahasa Inggris untuk mempelajari sesuatu yang Sista sukai.
Suka ilmu medis? Cari materi ilmu medis sederhana dalam bahasa Inggris. Suka musik? Baca artikel mengenai musik. Suka olahraga? Tonton pembahasan olahraga dalam bahasa Inggris. Suka astronomi? Baca artikel populer tentang astronomi. Suka elektronika? Cari tutorial elektronika berbahasa Inggris. Ini penting, karena bahasa menjadi alat komunikasi, bukan sekadar mata pelajaran sekolah.
British Council juga menyediakan materi berdasarkan topik dan keterampilan sehingga pelajar dapat menggunakan bahasa Inggris sambil mempelajari berbagai hal lain.
Pada hari ke-30, buat ujian kecil untuk diri sendiri.
Writing test: Tulis 250–300 kata mengenai suatu topik.
Speaking test: Bicara tentang topik itu selama 3–5 menit.
Reading test: Baca satu artikel tentang topik itu dan tuliskan ringkasannya.
Listening test: Dengarkan materi tentang topik itu tanpa membaca transkrip terlebih dahulu, kemudian jelaskan isinya.
Jangan hanya memberikan nilai berdasarkan perasaan. Simpan hasilnya. Sebab, nanti pada hari ke-90, Sista akan membandingkannya.
Quote:
90 HARI: Saatnya Membuktikan Perubahan
Hari ke-90 bukan berarti “Gue sudah menguasai bahasa Inggris”. Hari ke-90 adalah “Gue sekarang memiliki kemampuan yang lebih baik dan kebiasaan belajar yang lebih kuat dibandingkan 90 hari lalu”. Inilah perbedaan antara target realistis dan klaim berlebihan.
Pada hari ke-90, ulangi tes yang sama seperti hari pertama. Tulis dengan topik yang sama. Bicarakan topik yang sama. Baca materi dengan tingkat kesulitan yang sama. Dengarkan materi yang sebanding. Kemudian, bandingkan. Jika tulisan menjadi lebih panjang dan lebih terstruktur, itu kemajuan. Jika kosakata yang digunakan lebih beragam, itu kemajuan. Jika Sista lebih percaya diri berbicara, itu kemajuan. Jika pemahaman listening meningkat, itu kemajuan. Jika grammar lebih akurat, itu kemajuan. Dan jika semua itu terjadi sekaligus? Selamat, Sista memang berkembang.
Quote:
Lalu, Berapa Lama Harus Belajar Setiap Hari?
Tidak ada angka ajaib yang berlaku untuk semua orang. Seseorang dengan waktu 30 menit tetapi konsisten dapat memperoleh hasil yang lebih baik daripada seseorang yang belajar lima jam hanya pada akhir pekan.
British Council sendiri menyediakan aktivitas yang dapat dilakukan dalam durasi pendek, termasuk materi 5 sampai 10 menit, dan menekankan bahwa latihan setiap hari, meskipun singkat, dapat membantu perkembangan kemampuan.
Jadi, jika Sista hanya mempunyai 30 menit, gunakan 30 menit tersebut. Misalnya, 10 menit vocabulary, 10 menit listening, 5 menit speaking, 5 menit writing. Besok ulangi. Lusa ulangi. Minggu depan ulangi. Satu bulan ulangi. Tiga bulan ulangi.
Quote:
Jangan Terjebak “Halu” Bahasa Inggris
Ada satu jebakan yang harus dihindari. Sista mungkin menonton banyak video atau membaca banyak buku tutorial bahasa Inggris dengan klaim berlebihan. Klaim seperti itu memang menarik. Namun, bahasa bukan sulap. Tidak ada satu metode yang dapat menjamin seseorang langsung fasih dalam hitungan hari. British Council dan Cambridge English sama-sama menempatkan pembelajaran berdasarkan level dan keterampilan, bukan janji instan.
Jadi, jangan mengejar “trik rahasia”. Kejar latihan yang konsisten. Jangan terlalu sibuk mencari metode belajar terbaik sampai tidak pernah benar-benar belajar. Metode yang sederhana tetapi dilakukan setiap hari jauh lebih berguna daripada metode sempurna yang hanya disimpan di daftar bookmark.
Quote:
Gunakan Prinsip Belajar yang Terbukti
Salah satu konsep yang penting adalah distributed practice, yaitu menyebarkan latihan dari waktu ke waktu. Daripada menghafalkan 100 kata dalam satu malam lalu tidak pernah mengulanginya, lebih baik belajar sejumlah kosakata secara bertahap dan mengulanginya pada hari-hari berikutnya.
Misalnya:
Hari 1: 10 kata
Hari 2: ulangi 10 kata + 5 kata baru
Hari 3: ulangi kembali
Hari 7: tes diri sendiri
Hari 14: gunakan kata tersebut dalam tulisan
Hari 30: gunakan dalam speaking
Dengan demikian, kosakata tidak hanya dikenali ketika melihatnya, tetapi mulai dapat diproduksi secara aktif. Penelitian Dunlosky dan kolega mengenai teknik belajar menempatkan distributed practicesebagai salah satu teknik yang memiliki dukungan penelitian yang kuat.
Quote:
Jangan Hanya Menghafal Kosakata
Misalnya, Sista mempelajari kata “environment”. Jangan berhenti pada environment = lingkungan. Buat kalimat, misalnya “We should protect the environment”. Kemudian kembangkan jadi “Teenagers can help protect the environment by reducing waste and using resources responsibly”. Lalu, gunakan dalam speaking. Dengan demikian, satu kata menjadi bagian dari jaringan bahasa.
Lakukan hal yang sama dengan kata-kata lain (health, education, confidence, responsibility, knowledge, opportunity, empathy, atau discipline). Semakin sering kosakata digunakan dalam konteks berbeda, semakin bermakna pembelajaran tersebut.
Quote:
Supergirl Tidak Belajar Bahasa Inggris untuk Pamer
Ini berhubungan dengan Supergirl Series #17 tentang menggunakan kecerdasan sebagai bentuk syukur dan bukan sekadar alat kompetisi. Jangan belajar bahasa Inggris hanya supaya dapat berkata “Sista lebih pintar daripada teman-teman Sista.”
Bahasa Inggris bukan alat untuk merendahkan orang lain. Bahasa adalah alat untuk membuka akses terhadap ilmu, berkomunikasi, memahami budaya lain, dan memperluas kesempatan.
Sista dapat menggunakan bahasa Inggris untuk membaca sumber ilmu dari berbagai negara. Dapat mengikuti kuliah. Dapat berkomunikasi dengan orang dari negara lain. Dapat memahami penelitian. Dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Dapat mempersiapkan pendidikan dan pekerjaan di luar negeri.
Dengan demikian, kemampuan bahasa Inggris menjadi bagian dari kekuatan intelektual sekaligus sosial.
Quote:
90 Hari dalam Satu Tabel Mental
Kalau ingin mengingat seluruh program ini dengan sederhana, bayangkan seperti ini:
3 Hari Pertama: Kenali level + buat rutinitas.
7 Hari: Bangun empat keterampilan yang terdiri dari reading, listening, writing, speaking.
21 Hari: Perkuat konsistensi, gunakan active recall dan latihan bertahap.
30 Hari: Mulai menggunakan bahasa Inggris untuk mempelajari hal-hal yang disukai.
90 Hari: Ukur kemajuan dengan membandingkan kemampuan awal dan kemampuan akhir.
Jangan bertanya apakah Sista sudah sempurna, tanyakan apa yang sekarang bisa Sista lakukan tetapi belum bisa Sista lakukan 90 hari yang lalu. Itulah ukuran kemajuan yang jauh lebih sehat.
Quote:
KESIMPULAN
90 hari bisa mengubah kemampuan bahasa Inggris Sista secara nyata, tetapi bukan melalui keajaiban. Perubahannya datang dari konsistensi, latihan terarah, penggunaan aktif, evaluasi, dan kesediaan memperbaiki kesalahan.
Pada 3 hari pertama, kenali kemampuan dan bangun rutinitas.
Pada 7 hari pertama, mulai melatih reading, listening, writing, dan speaking.
Pada hari ke-21, jadikan latihan sebagai kebiasaan.
Pada hari ke-30, gunakan bahasa Inggris untuk mempelajari bidang yang Sista sukai.
Pada hari ke-90, ukur perubahan secara objektif.
Dan setelah hari ke-90? Jangan berhenti.
Sebab, tujuan sebenarnya bukan “90 hari”. Tujuan sebenarnya adalah membangun identitas bahwa Sista adalah seorang pembelajar bahasa Inggris. Hari ke-91 tetap belajar. Hari ke-180 tetap belajar. Hari ke-365 tetap belajar. Sampai suatu hari Sista menyadari bahwa bahasa Inggris yang dahulu terasa sulit kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Itulah semangat Supergirl Series #25. Supergirl bukan perempuan yang mengetahui semuanya. Supergirl adalah perempuan yang mau terus belajar. Kuat secara fisik. Kuat secara mental. Kuat secara sosial. Kuat secara spiritual. Dan salah satu bentuk kekuatan itu adalah memiliki keberanian untuk berkata “Gue belum bisa, tetapi gue bersedia belajar sampai bisa”.
Quote:
SUMBER
British Council. (n.d.). LearnEnglish Teens. British Council. https://learnenglishteens.britishcouncil.org/
British Council. (n.d.). Study break. LearnEnglish Teens. https://learnenglishteens.britishcou…rg/study-break
British Council Indonesia. (n.d.). Free learning resources for you. British Council. https://www.britishcouncil.id/en/eng…sia/free-learn
Cambridge English. (n.d.). Learning English. Cambridge University Press & Assessment. https://www.cambridgeenglish.org/learning-english/
Dunlosky, J., Rawson, K. A., Marsh, E. J., Nathan, M. J., & Willingham, D. T. (2013). Improving students’ learning with effective learning techniques: Promising directions from cognitive and educational psychology. Psychological Science in the Public Interest, 14(1), 4–58.
Council of Europe. (2020). Common European Framework of Reference for Languages: Learning, teaching, assessment—Companion volume. Council of Europe.
Nation, I. S. P. (2013). Learning vocabulary in another language(2nd ed.). Cambridge University Press.
Schmitt, N. (2008). Review article: Instructed second language vocabulary learning. Language Teaching Research, 12(3), 329–363.
